Sastra Oktober 2008

Batu Itu Berbicara

Batu itu berbicara kepada saya, “Kamu sombong…”

Saya menjawab, “kamu lebih sombong, diam terpaku seolah bisa hidup sendirian…”

Batu itu bicara lagi, “ kamu tidak peka terhadap perasaan orang lain…”

Saya jawab lagi, “kamu lebih tidak peka, mematung di situ meski orang lain dalam kesedihan …”

Seseorang lewat di dekat saya kemudian mengatakan, “kamu gila, batu kok diajak bicara…”

***

Batu itu berbicara kepada saya, “kamu kejam…”

Saya menjawab, “kamu lebih kejam, telah mengajak saya bicara, sehingga saya dikira orang gila…!”

Batu itu tertawa terpingkal-pingkal….

Saya marah dan berteriak, “diaamm…!!”

Seseorang lagi lewat di dekat saya kemudian mengatakan, “kamu sudah hilang akal, marah pada sebongkah batu…”

***

Batu itu terus saja berbicara kepada saya, entah apa maunya

Saya membiarkan batu itu berbicara semaunya, tanpa mencoba menjawabnya,

Saya sudah lelah

Berapa lama batu itu bicara, tiba – tiba ia terdiam…

Saya pun masih terdiam, terus terdiam, entah hingga berapa lama saya dan batu itu terdiam,

Seseorang lewat di dekat saya kemudian mengatakan, “kamu sudah mati, batu itu masih terus bicara, tapi kamu tidak bisa mendengarnya…”

October 26th, 2008

***

Advertisement

5 Responses

  1. bagus deh.
    batunya batu apa iq?
    bikin lagi owh… masa puisinya cuma satu?

  2. He………..
    bagus juga…….

  3. ^^
    cuit2..
    dpt inspirasi drmn?
    hahag..

  4. curaaaang. .masa batunya cuma nyapa kamu tapi ke aku enggak??
    hehe. .sip-markusip daaah batunya. .

  5. pesan dr tulisanmu apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.