Tentang Si-Kecil

Selalu menyenangkan melihat bayi. Tatapannya jujur. Dilahirkan tanpa dosa, ia benar-benar suci. Jika tersenyum atau tertawa, masya Allah yang telah mencipta makhluk mungil ini dengan sebaik-baik bentuk.  Jika ia menangis, selalu ada alasan logis dibalik rengekannya. Serunya bagi orang tua adalah mencoba menerka apa yang ia butuhkan.

Semakin bertumbuh, si-kecil akan belajar banyak hal, yang artinya peluang keinginannya akan semakin banyak. Konsekuensinya, peluang rewel dan menangis juga meningkat. Tidak jarang orang tua yang menjadi tertekan akan hal ini, apalagi jika dalam kondisi kelelahan setelah seharian mencari uang yang alibinya untuk si-kecil juga.

Kami percaya bahwa kunci utama ke-nurut-an si-kecil terletak terutama pada upaya kesolihan kedua orang tuanya: pada takwa dan qoulan sadiida (perkataan yang jujur) – dengan izin Allah Swt. Jika upaya kesolihan itu sudah dirasa maksimal tetapi si-kecil masih rewel  dan sulit ditenangkan, si-kecil tak pernah salah. Mungkin yang banyak salah dan dosa di masa lalu adalah orang tuanya.

Laa Ilaaha Illa anta, subhanaka inni kuntu minazhzholimiin

(Tiada tuhan selain Engkau, Mahas Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim)

akan terbisik kami bacakan.

Tentang Harapan

Rasa kecewa sangat berpotensi muncul ketika seseorang terlalu berharap pada selain Pencipta. Terlalu berharap pada uang, ia akan kecewa ketika kehilangan. Terlalu berharap pada kawan, ia akan kecewa ketika dikhianati. Terlalu berharap pada diri sendiri, ia akan kecewa ketika realita tak sesuai garis rencana. Sekali lagi, karena uang, kawan, dan dirinya sendiri adalah ciptaan, adalah makhluk.

Maka kedamaian jiwa akan didapat oleh ia yang mengosongkan harapan pada selain-Nya. Al-Fatihah dibaca berulang kali sehari supaya si-hamba hanya berharap pada Allah saja, Tuannya.

Merapikan Data dengan Open Refine

Sekarang eranya OPEN DATA.

Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No. 14 tahun 2008 memberikan amanat kepada seluruh instansi pemerintahan mulai level pusat sampai daerah untuk membuka datanya kepada masyarakat.

Salah satu implementasinya, pemerintah pusat membangun suatu portal open data yaitu data.go.id sebagai wadah data pemerintahan dan komunitas.

Data pemerintahan yang disimpan di portal tersebut memiliki format CSV (Comma Separated Value). Dengan format tersebut, data akan mudah diproses oleh komputer atau aplikasi lain sehingga memiliki nilai tambah dan kebermanfaatan. Contoh : http://smartcity.jakarta.go.id/

Persoalannya, sebagian besar data yang dimiliki pemerintah masih berupa format dokumen (doc, docx), spreadsheet (excel), PDF, gambar (JPG, PNG), atau bahkan lembaran-lembaran kertas. Selain itu, data tersebut juga masih belum rapi dan inkonsisten.

Tentu saja perlu ada usaha untuk melakukan

  • konversi dari berbagai macam format data di atas menjadi format yang machine readable. Selain itu,
  • perlu dipastikan pula bahwa data yang siap dibuka sudah bersih, rapi, dan konsisten.

Jika teman-teman sekalian sedang atau akan melakukan pekerjaan nomor dua (2), maka insya Allah, tutorial ini cocok untuk teman-teman semua.

Jika teman-teman sekalian sedang atau akan melakukan konversi data dengan format PDF menjadi CSV, maka insya Allah bagian BONUS tutorial ini juga cocok untuk teman-teman semua.

Tutorial ini masih versi awal dan perlu banyak perbaikan. Kami berharap komentar dan masukan yang membangun untuk kebermanfaatan yang lebih optimal.

link tutorial : bit.ly/rapikandata

Happy refining!