Pertama Kali Tes IELTS

Tahun 2016

Setelah saya dinyatakan lolos beasiswa LPDP bulan Maret 2016 untuk studi doktoral luar negeri, hal pertama yang saya lakukan adalah persiapan untuk tes IELTS. Sertifikat IELTS ini dibutuhkan sebagai syarat untuk mendaftar universitas di luar negeri, terutama di Negara-negara UK, Australia, dan Eropa. Saat itu, saya menargetkan skor IELTS overall 6.5, dengan semua section minimal 6.5. Bagi saya yang waktu itu sama sekali belum pernah mencicipi tes ataupun les IELTS, skor tersebut saya pikir cukup rasional dan bisa dikejar dalam waktu beberapa pekan.

Strategi saya waktu itu adalah sebagai berikut. Saya akan persiapan mandiri untuk menghadapi tes IELTS. Selanjutnya saya akan langsung ambil official tesnya, dan melihat berapa skor yang bisa saya dapat. Jika ternyata skornya masih di bawah ekspektasi, saya akan mengikuti les IELTS di IALF Jakarta selama kurang lebih satu bulan, lalu ambil tes yang kedua kalinya. Waktu itu sekali tes mebutuhkan biaya 2,7 juta (di British Council). Biaya les intensif di IALF sekitar 4,5 juta. Alhamdulillah, fakultas tempat saya bekerja bersedia menanggung biaya-biaya tersebut, tetapi hanya untuk 1 kali dalam satu tahun.

Langkah pertama yang saya ambil adalah membeli buku latihan IELTS. Waktu itu saya membeli buku Cambridge IELTS 9 original lengkap dengan CD audio nya di Tokopedia. Harganya saat itu sekitar 600 ribu rupiah (padahal nyari ebook gratisnya banyak di internet). Dengan harga yang sangat mahal itu, mau tidak mau saya harus menghabiskan semua latihan IELTS dalam buku tersebut secara mandiri. Selanjutnya, saya langsung mendaftar tes IELTS yang akan diadakan dalam waktu satu bulan.

Selama kurang lebih sebulan itu, setiap hari di kantor saya menyempatkan untuk mengerjakan practice test yang ada di buku tersebut. Akan tetapi, berkali-kali saya mencoba try out mandiri, hasilnya belum terlalu memuaskan. Dari 40 soal listening dan reading, paling saya hanya benar sekitar setengahnya. Writing tidak pernah latihan, speaking apalagi. Sesekali saja saya mendengarkan ceramah ustadz Nouman Ali Khan di youtube, dan berharap speaking saya kelak akan sebagus beliau.

Dari segi persiapan, saya merasa masih sangat minim. Akan tetapi, Alhamdulillah, salah satu teman PK, mbak Nandiasari (guru LBI UI) mengadakan kelas persiapan IELTS gratis bersama beliau. Sayangnya, dari sekian sesi yang beliau adakan, hanya satu sesi terakhir yang bisa saya ikuti (karena berbagai alasan dsb). Sesi itu pun diadakan sehari persis sebelum saya tes IELTS.

Hari Jumat 27 Mei 2016, saya pun hadir di kelas IELTS mbak Nandia bersama dua teman PK yang lain. Selain try out mengerjakan practice test listening, reading, dan writing part 1, mbak Nandia juga memberikan tips-tips untuk mengerjakan semua section. Waktu itu saya mengingat baik-baik tips tersebut.

Esok harinya Sabtu 28 Mei 2016, saya mengikut tes IELTS di British Council. Saya coba setenang mungkin meskipun dari segi persiapan dan latihan masih sangat kurang. Saya coba terapkan semua tips dari mbak Nandia kemarin. Ketika pengumuman hasil IELTS 2 minggu kemudian, sungguh di luar dugaan, dengan izin Allah melalui perantara jamu dari mbak Nandia, saya mendapatkan skor 7 overall, dengan skor speaking dan writing masih 6. Alhamdulillah…

 

sumber gambar : www.idp.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: