Mintanya 7, bukan 6.5

Tahun 2016

Sebelum memutuskan mendaftar beasiswa LPDP, seorang teman mengatakan bahwa syarat skor IELTS untuk mendaftar pasca sarjana Ilmu Komputer di Unversity of Manchester adalah 6.5 overall. Baiklah, insya Allah saya akan berusaha dan bisa mencapai skor tersebut.

Strategi saya adalah dapatkan beasiswanya dulu, baru nanti ambil tes IELTS, lalu daftar Universitasnya. Pertimbangan utamanya adalah karena alasan biaya. Biaya les dan tes IELTS menurut saya masih terlalu mahal. Jadi waktu itu saya berpikir, jika beasiswa sudah lolos, maka mau gak mau bagaimanapun caranya, saya akan mengusahakan untuk bisa diterima di universitas tujuan.

Saya pun mendaftar beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral. Tujuannya adalah program PhD Computer Science di University of Manchester. Waktu itu saya belum mendapatkan surat penerimaan (Letter of Acceptance/ LoA) dari universitas. Modal sertifikat bahasa pun hanya menggunakan TOEFL ITP yang biayanya masih terjangkau. Saat itu LPDP menyaratkan skor minimal 550, dan Alhamdulillah skor saya mencapai 553. Skor ITP 553 itu adalah hasil tes ketiga, setelah dua kali tes sebelumnya tidak mencapai skor yang disyaratkan.

Tiga bulan setelah saya dinyatakan lolos beasiswa, akhirnya saya baru mendapatkan hasil IELTS. Alhamdulillah, seperti yang saya tulis di postingan ini, saya mendapatkan skor 7 overall, tetapi listening dan writing masih 6. Dengan penuh percaya diri, akhirnya saya membuka halaman pendaftaran PhD Computer Science di University of Manchester. Daannn, betapa terkejutnya saya ketika melihat syarat skor IELTS untuk mendaftar di sana adalah 7 overall. Syarat 7 overall-nya sih saya sudah dapat, tetapi ternyata ada embel-embel setelahnya, yaitu with 7 in writing!

Waktu itu saya benar-benar bingung. Sebelum mendaftar LPDP dan memilih University of Manchester, harusnya saya lihat syarat-syaratnya dengan cermat. Saya baru sadar bahwa syarat 6.5 itu untuk jenjang master, bukan untuk doktoral. Saya pun berandai-andai bermacam-macam..

Seandainya saya melihat syarat itu sebelum memilih Manchester dan memilih universitas lain dengan syarat yang lebih rendah, saya pasti bisa segera apply…

Sendainya persiapan saya lebih matang dan banyak latihan di writing, saya pasti bisa dapat skor 7 untuk writing…

Dsb dsb…

Tetapi kemudian saya teringat dengan suatu hadis yang melarang kita untuk berandai-andai.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Alloh dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, ‘Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu’ Akan tetapi katakanlah, ‘QaddarAllohu wa maa syaa’a fa’ala, Alloh telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya’. Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim)

Jadi, the show must go on…!

 

Sumber gambar : http://www.occhealth.manchester.ac.uk

Sumber hadis : https://muslim.or.id/402-berandai-andai-dalam-timbangan-tauhid.html
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: